Di bawah situ ada kotak tempat menaruh huruf-huruf. Perangkat buat meletakkannya mestinya ada di depan anda sekalian, tinggal dipencet saja. Selamat merajut.
Di bawah situ ada kotak tempat menaruh huruf-huruf. Perangkat buat meletakkannya mestinya ada di depan anda sekalian, tinggal dipencet saja. Selamat merajut.
meltarisa 1:50 am on Minggu, 26 Oktober 2008 | #
Uhuy, Ndre.. Gw mau dong, coba bikin flashfiction. How to contribute to this site?
Catshade 1:46 pm on Minggu, 26 Oktober 2008 | #
Udah gw add jadi author tuh…
kapyon 6:01 pm on Minggu, 26 Oktober 2008 | #
ikutan! boleh?
Catshade 6:14 pm on Minggu, 26 Oktober 2008 | #
Daftar dulu jadi user di wordpress.com (gak harus bikin blog), trus tulis e-mail yang dipake buat daftar itu di sini. Nanti gw add…
*kayaknya mesti bikin protap lebih jelas*
kapyon 6:18 pm on Minggu, 26 Oktober 2008 | #
hoo..oke..
kapyon 6:37 pm on Minggu, 26 Oktober 2008 | #
sudah bikin account nih..hehe..
atma 11:30 pm on Minggu, 26 Oktober 2008 | #
wah, ide menarik ini non, great !!
meltarisa 11:37 pm on Minggu, 26 Oktober 2008 | #
@ Atma : Ikutan dong, Frat! I miss your writings! :’)
agusnoorfiles 12:53 am on Senin, 27 Oktober 2008 | #
Ups, nih aku sudah nongol. Kereen…kapan-kapan aku sempetin nulis “kritik” panjang tentang ini semua…
meltarisa 4:58 pm on Senin, 27 Oktober 2008 | #
@ Mas Agus : Terima kasih sudah main2 ke sini… Ayo, disempetin yaaaaa… :’)
Catshade 7:03 pm on Senin, 27 Oktober 2008 | #
@kapyon:
Sudah gw add tuh.
@atma:
Thanks, mau ikutan juga?
@agusnoorfiles:
Ditunggu kritiknya
Xaliber von Reginhild 11:02 pm on Jumat, 31 Oktober 2008 | #
Err, saya boleh gabung kah?
Kelihatannya menarik disini.
Catshade 11:55 pm on Jumat, 31 Oktober 2008 | #
@Xaliber:
Dah gw add tuh…
Lemon S. Sile 1:45 am on Senin, 3 November 2008 | #
tertarik
apakah seorang penulis yang tangannya berlumur darah seperti saya boleh bergabung? [lebay]
agusnoorfiles 7:09 pm on Senin, 1 Desember 2008 | #
Apa yang membedakan flashlit dengan puisi, misalnya? Beberapa penulis fiksi mungil (begitu aku suka menyebutnya) memang banyak memakai pesona puisi. Tetapi, bagaimana pun fiksi mungil tetaplah genre yang berbeda dari puisi (atau selarik puisi). Terminologi “fiksi” pada “fiksi mungil” (kau boleh menyebutnya micro fiction) mengandaikan bahwa teks itu adalah “bentuk fiksi yang pendek, mungil atau kecil atau mikrokosmis). Artinya, di dalam teks itu mesti ada anasir fiksi, yang secara esensial bisa dilacak dari: tokoh, alur dan konflik. Pada fiksi mungil, tokoh itu bisa muncul dalam imaji, dan konflik bisa berupa semacam paradoks dan tegangan. Dengan kedua unsur itu, maka alur pun akan terasa. Tegangan inilah, yang dibagian akhir, akan memeberi kejutan: seperti ledakan bom dalam kepala kita. Selebihnya, biarkan imaginasi pembaca bermain. karena di sanalah “keunikan yang menarik” dari fiksi mikro.
Mari kita simak:
Digenggamnya jariku dan rindu terbentuk di hati.
Jelas sudah makna resah ini. (Meltarisa)
Bagi saya, itu masih bait puisi. Secera keseluruhan, teks itu masih berhenti menjadi “impresi personal sang penulis”, dan karena itu lebih dekat ke puisi. Bandingkan dengan karya berikut ini, yang menurut saya sudah bisa disebut fiksi mikro:
Melihat awan hitam berarak, aku pun mulai menangis. Baru kemudian aku sadar kalau itu cuma rintik-rintik air hujan. (Catshade)
Di sana ada tokoh (“aku”) yang sedih, ada latar (hari yang hujan), dan ada konflik atau paradoks yang menarik (air mata dan hujan). Karena itu terbentuknya alur: ada seseorang (tokoh “aku”) yang sedih dan menangis. menangis karena apa? itulah ruang imajinasi bagi pembaca. Dan kita dikejutkan dengan suspen: bahwa ternyata itu adalah rintik air hujan. Di situlah ruang tafsir mendapat tempat: hubungan kode dari “airmata” dan “rintik hujan”. Ada konflik yang tak bekeseudahan, tak terelesaikan, tetapi membuat kita (pembaca) penasaran.
Oke, ini ada fiksi mungil yang aku tulis (beberapa fiksi mungilku sebentar lagi muncul di Jawa Pos/Indo Pos):
Hiroko
Ia tak terbangun ketika bom atom itu meledak di sampingnya.
(Agus Noor)
Atau ini fiksi mungil ini:
Anjing
Ia berubah jadi anjing. Itulah hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Anak istrinya yang kelaparan segera menyembelihnya.
(Agus Noor)
Oke, salam untuk semua. Nanti aku postingkan 35 fiksi mungil yang telah aku tulis di bloggku: http://agusnoorfiles.wordpress.com
Tabik,
Agus Noor
Catshade 11:26 pm on Senin, 1 Desember 2008 | #
@Lemon:
Maaf baru gw add… tapi situ katanya malah mau hiatus ya?
@Agus Noor:
Pertama-tama, whoa… fiksi mungil anda keren banget! Tertarik untuk bergabung?
Kedua, saya cenderung setuju dengan anda; Buat saya, fiksi kilat/mungil idealnya adalah prosa (dengan segala elemen esensialnya), karena ia adalah sebentuk constrained writing. Puisi modern yang ’sudah dari sononya’ relatif bebas, tentu saja tidak begitu terpengaruh oleh usaha ‘pembatasan kreatif’ itu.
Karena kami semua di sini masih amatiran (dan baru mulai), saya kira di awal-awal kami masih banyak mengalami kesulitan untuk mencapai ideal itu. Terimakasih atas penjelasannya yang lengkap mengenai fiksi mungil dan kritiknya yang konstruktif terhadap beberapa karya kami…saya yakin anda telah menyadarkan dan memacu kami untuk berkarya dengan lebih baik.
Lemon S. Sile 6:33 pm on Selasa, 2 Desember 2008 | #
@Catshade:
Hiatus di tehsore aja kayaknya
Mi Chan 1:50 pm on Sabtu, 13 Desember 2008 | #
Ikuuuuut
Catshade 3:49 pm on Selasa, 16 Desember 2008 | #
@Mi Chan:
Ok, sudah dimasukkan tuh namanya ^^
dnial 9:18 am on Jumat, 2 Januari 2009 | #
Ikuut!!!
agusnoorfiles 1:35 pm on Jumat, 9 Januari 2009 | #
Alow semua, aku undang kalian ngebaca sehimpun fiksi kilat yang aku tulis di: http://agusnoorfiles.wordpress.com/2009/01/09/35-cerita-buat-seorang-wanita/
Dan ngasih tahu, tanggal 28 Januari 09 ini, aku mo bacain fiksi-fiksi kilatku di Warung Apresiasi Sastra (WAPRES) Bulungan, Jakarta. Rencana ada diskusi juga bareng Eka Kurniawan. Klo ada waktu dateng, ya. Sekalian kita bisa omong2 soal fiksi kilat di kita. Siapa tahu, kita bisa bikin antologi bersama (dengan pengarang-pengarang lainnya).
omoshiroi 3:17 am on Kamis, 15 Januari 2009 | #
saya tertarik neh..
apakah karya seperti ini sudah memenuhi syarat?
“ia terlihat jujur. menawarkan sebuah produk dengan gerak tubuh yang menggodaku”. Batin seorang pria paruh baya yang terlahir buta.
Catshade 4:07 pm on Selasa, 20 Januari 2009 | #
@omoshiroi:
Menurut saya sudah memenuhi syarat kok. Mau ikutan?
dusone 5:31 pm on Selasa, 27 Januari 2009 | #
kita punya satu cinta, lalu bagaimana jika ada yang mengambilnya?
Disa 5:58 am on Rabu, 28 Januari 2009 | #
mau dong. boleh ikutan gak? (:
dusone 7:14 am on Kamis, 29 Januari 2009 | #
perempuan itu selalu mengirimkan sebuah kartu pos bergambar semangka melalui kantor pos setiap hari, kepada seseorang yang sangat ia benci, dirinya sendiri!
Rukia 9:01 am on Rabu, 1 April 2009 | #
aku ikuuuutttttt